METODE PENELITIAN
Pengertian
Penelitian
Penelitian adalah suatu cara
ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara
ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan,
yaitu rasional, empiris dan sistematis.
- Rasional berarti kegiatan penelitian itu
dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran
manusia.
- Empiris berarti cara-cara dilakukan itu
dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui
cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencara
data jatuhnya pesawat terbang melalui paranormal).
- Sistematis
artinya proses yang digunakan dalam penelitian tersebut menggunakan
langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Data yang diperoleh
melalui penelitian itu mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan ketepatan antara data yang
sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh
peneliti. Untuk mendapatkan data yang valid dalam penelitian sering sulit
dilakukan. Oleh karena itu, maka validitas hasil penelitian dapat diuji melalui
rehabilitas dan obyektivitas data yang terkumpul.
Pada umumnya kalau data tersebut reliabel dan
obyektif, maka hasil penelitiannya akan valid. Data yang valid pasti reliabel
dan obyektif.
Realibilitas menunjukkan
derajad konsisten atau keajean data dalam interval waktu tertentu. Obyektifitas
berkaitan dengan kesepakatan antara banyak orang. Jika ada beberapa kelompok
peneliti memberikan data yang berbeda-beda maka data penelitian tersebut tidak
obyektif, sehingga tidak valid.
Secara umum data yang telah
diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan
mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah
atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi
mengerti, memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah,
dan mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.
Tujuan
Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ada tiga macam yaitu bersifat
penemuan, pembuktian dan pengembangan.
1. Penemuan
Tujuan penelitian yang pertama
yaitu bersifat penemuan. Penemuan berarti bahwa data yang diperoleh dari
penelitian tersebut merupakan data yang betul-betul baru, yang sebelumnya belum
pernah diketahui.
2. Pembuktian
Tujuan penelitian yang kedua
ialah pembuktian. Pembuktian berarti bahwa data yang diperoleh tersebut
digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan
tertentu.
3. Pengembangan
Tujuan penelitian yang terakhir
adalah pengembangan. Pengembangan berarti bahwa untuk memperdalam dan mengembangkan pengetahuan yang telah ada.
Dalam sebuah penelitian terdapat abstrak dari penelitian tersebut, abstrak
itu sendiri adalah gambaran menyeluruh mengenai kegiatan penelitian
yang dibuat secara ringkas. Secara umum abstrak terdiri dari 150 hingga 200
kata. Tentu saja batasan ini tidak bersifat mutlak. Fungsi Abstrak yaitu
memberikan gambaran kepada pembaca mengenai isi laporan yang akan dibacanya.
Penulisan abstrak ini menjadi penting karena isi abstrak akan mempengaruhi
pembaca untuk memutuskan apakah ia akan membaca laporan tersebut atau tidak.
Pengertian Metode Peneliatan
Metode
Penelitian adalah
tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Metode penelitian ini
sering dikacaukan dengan prosedur penelitian atau teknik penelitian. Hal ini
disebabkan karena ketiga hal tersebut saling berhubungan dan sulit dibedakan.
Metode
penelitian membicarakan megenai tata cara pelaksanaan penelitian, sedangkan
prosedur penelitian membicarakan alat-alat yang digunakan dalam mengukur atau
mengumpulkan data penelitian. Dengan demikian, metode penelitian melingkupi
prosedur penelitian dan teknik penelitian.
Menurut Nazir,
seorang peneliti sebelum melaksanakan penelitian, sebaiknya menjawab terlebih
dahulu tiga buah pertanyaan, yaitu :
1. Urutan kerja apakan yang harus
dilakukan dalam melaksanakan penelitian ?
2. Alat-alat apakah yang akan digunakan
dalam mengukur atau mengumpulkan data ?
3. Bagaimana melakukan penelitian
tersebut ?
Dalam sebuah penelitian, yang
dibicarakan adalah pelaksanaan percobaan di lapangan, di mana dalam penentuan
plot, pertama-tama dilakukan pembagian daerah menjadi beberapa blok, kemudian
setiap blok dibagi lagi dan seterusnya, maka yang dibicarakan adalah prosedur
penelitian. Jika, yang dibicarakan adalah penggunaan interview atau wawancara
sebagai alat pengumpulan data, maka yang dibicarakan adalah teknik penelitian.
Jika yang dibicarakan adalah bagaimana penelitian dilakukan, yaitu dengan
prosedur dan alat bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan
adalah metode penelitian.
Jadi, dalam metode penelitian ini
tercakup prosedur penelitian dan teknik penelitian.
Jenis Jenis Metode
Penelitian
Jenis jenis
metode penelitian terkait dengan jenis penelitiannya sendiri sebagai berikut:
1. Metode
Historis
Metode historis
merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode historis
bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan
mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan
fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan
hipotesis tertentu. Dengan metode historis, seorang ilmuwan sosial peneliti
historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka mengenai peristiwa masa
lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun dalam bentuk paradigma
penjelasan.
Dengan demikian, penelitian dengan
metode historis merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan,
perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan
hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi
dari sumber-sumber keterangan tersebut.
2. Metode
Deskriptif
Metode
deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
penelitian deskriptif bertujuan untuk mengumpulkan informasi aktual secara
rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa
kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi
dan menetukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama
dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada
waktu yang akan datang.
Oleh karena itu metode
penelitian deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta
atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang
secara aktual dan cermat. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah
mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada observasi
dan suasana alamiah.
3. Metode
Korelasional
Metode
korelasional merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
korelasional merupakan kelanjutan metode deskriptif. Pada metode deskriptif,
data dihimpun, disusun secara sistematis, faktual dan cermat, namun tidak
dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau
prediksi. Hubungan yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode
korelasional mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.
Tujuan metode
korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang
berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua
variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari
dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian
hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau
koefisien determinasi.
4. Metode
Eksperimental
Metode
eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode eksperimental
merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel
dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol
sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat
dihilangkan.
Metode
eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan
memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau lebih kelompok
eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol yang tidak
mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis sifat-sifat
atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode eksperimental,
sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang
meragukan.
5. Metode Kuasi
Eksperimental
Metode kuasi
eksperimental merupakan salah satu dari jenis jenis metode penelitian. Metode
kuasai eksperimental hampir menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode
ini, peneliti tidak dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.
Metode kuasi eksperimental mempunyai dua
ciri, yaitu sebagai berikut :
(1) peneliti tidak mampu meletakkan
subjek secara random pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang
dapat dilakukan peneliti adalah mencari kelompok subjek yang diterpa variabel
bebas dan kelompok lain yang tidak mengalami variabel bebas.
(2) Peneliti tidak dapat mengenakan
variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya.
Sumber
:
M. Iqbal Hasan, 2002. Pokok-Pokok
Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia :
Jakarta.
Sugiyono, 1999. Statistik
Nonparametris Untuk Penelitian. Penerbit CV Alfabeta : Bandung.
Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul
Jannah, 2006. Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi. Penerbit
PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar