RESUME SKRIPSI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika
Profesi
Oleh:
Fazri Rahmadhan / 34414093
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PEMELIHARAAN
SARANA DAN PRASARANA KANTOR DI KANTOR BALAI PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR
(BPKB) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pendahuluan
a.
Latar Belakang
Keberhasilan suatu
lembaga dapat ditentukan dari pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Upaya
untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya
yang dimiliki baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya seperti modal
dan sarana prasarana kantor. Manusia merupakan sumber daya yang penting bagi
lembaga, karena manusia memiliki kemampuan untuk melakukan kerjasama, menyusun
tujuan, dan bekerja untuk mencapai tujuan. Tidak kalah pentingnya sarana dan
prasarana kantor yang ada di suatu lembaga juga mempunyai pengaruh besar dalam
usaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu, dalam
suatu lembaga membutuhkan sarana dan prasarana kantor yang dapat memfasilitasi
pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya agar penyelenggaraan kegiatan
administrasi maupun kegiatan operasional lainnya dapat berjalan dengan lancar.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana kantor di
Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY dan mengetahui
hambatan-hambatan yang muncul dalam pemeliharaan sarana dan prasarana kantor.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
terdiri dari Kepala Balai, Kepala Subbagian Tata Usaha, Pegawai Pemelihara
Sarana dan Prasarana Kerja, dan Pegawai Pengadministrasi Keuangan. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan dan triangulasi data.
Pemeliharaan sarana dan
prasarana kantor di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Daerah
Istimewa Yogyakarta belum optimal. Salah satunya yaitu sarana kantor yang
digunakan dalam bekerja sebagian kotor, berdebu, dan kurang tertata dengan
baik. Pengecekan peralatan kantor tidak dilakukan dengan baik. Selain itu,
prasarana kantor seperti ruang kantor masih kotor karena tidak dibersihkan dan
kurang rapi, kamar mandi juga masih kurang terawat.
b. Identifikasi Masalah
1.
Pemeliharaan
sarana dan prasarana kantor belum optimal
2.
Belum memiliki
tenaga teknis khusus dan spesifik untuk membantu pemeliharaan dan perawatan
sarana dan prasarana kantor.
3.
Upaya pelaksana
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor dalam melaksanakan tugas dan tanggung
jawab belum maksimal
4.
Kesadaran
pegawai akan pentingnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor masih kurang.
5.
Belum adanya
Standar Operating Procedure (SOP) penggunaan peralatan kantor.
6.
Fasilitas-fasilitas
yang tersedia belum dimanfaatkan secara maksimal.
c.
Tujuan Penelitian
Tujuan
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemeliharaan sarana dan prasarana
kantor serta hambatan-hambatan yang muncul dalam pemeliharaan sarana dan
prasarana kantor di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Daerah
Istimewa Yogyakarta.
Hasil dan Pembahasan
Sarana kantor yang
dimiliki oleh Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY mempunyai 9
unit komputer dalam kondisi siap pakai dan 2 unit komputer rusak, sering tidak
hidup. Kerusakan komputer disebabkan karena terkena virus, komputer sudah tua,
sering mengalami kerusakan, dan setelah beberapa kali diperbaiki tetap rusak
kembali sehingga tidak dapat digunakan. Selain itu juga memiliki 8 unit printer
dengan kondisi baik dan 2 unit printer rusak karena sering macet. Selanjutnya
memiliki 2 70 unit LCD kondisinya baik dan 1 unit LCD kondisi tidak nyala
dikarenakan remote hilang, kabel VGA rusak dan berjamur. Kantor Balai
Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY mempunyai 4 unit AC dalam kondisi baik
dan 1 unit AC kadang mati dan tidak dingin. Kantor Balai Pengembangan Kegiatan
Belajar (BPKB) DIY minimal sudah cukup lengkap memenuhi kebutuhan kantor.
Pemeliharaan
rutin dan berkala di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY
dilakukan secara bersama dengan pemeliharaan preventif atau pencegahan, artinya
dalam pemeliharaan preventif tidak disediakan waktu khusus oleh pihak Kantor
Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY, sehingga dilakukan dengan
pemeliharaan rutin dan berkala. Pemeliharaan rutin terhadap sarana kantor hanya
dilakukan dengan menjaga kebersihan dan supaya semua tetap siap pakai seperti
menggunakan komputer dengan hati- hati.
Pemeliharaan
represif di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY sudah
dilakukan. Pemeliharaan represif dilakukan setelah terjadi kerusakan terhadap
barang-barang kantor. Namun apabila biaya pemeliharaan melebihi harga barang
maka barang tersebut diusulkan untuk dihapus.
Tahapan
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan
Belajar (BPKB) DIY.
a.
Tahapan
Perencanaan Pemeliharaan
Perencanaan
pemeliharaan sebagai suatu tindakan atau gambaran pekerjaan yang akan
dilaksanakan terhadap sarana kantor yang telah diinventaris.
b.
Tahap
Pelaksanaan Pemeliharaan
Pelaksanaan
pemeliharaan sarana kantor biasanya dilakukan sesuai dengan rencana program
kegiatan pemeliharaan sarana kantor.
c.
Tahap Pengawasan
Pemeliharaan
Pengawasan
pemeliharaan dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan keandalan dan
efisiensi sarana yang ada.
d.
Tahap Evaluasi
Pemeliharaan
Evaluasi
kegiatan pemeliharaan dilakukan agar dapat menilai hasil pemeliharaan, tepat
atau tidaknya program yang disusun untuk mendapatkan data sehingga dapat digunakan
untuk menyusun program selanjutnya.
Hambatan
yang dihadapi olehh Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar dalam
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor meliputi:
a.
Keterbatasa dana
Pemeliharaan
sarana dan prasarana kantor membutuhkan dana. Dana yang digunakan dalam
pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor berasal dari APBD. Dana
tersebut masih kurang karena dalam pelaksanaan pemeliharaan sarana dan
prasarana kantor membutuhkan biaya yang besar sedangkan dana yang terealiasasi
dibatasi oleh Pemerintah. Keterbatasan dana yang dimiliki lembaga mengakibatkan
beberapa sarana dan prasarana kantor tidak dapat dirawat dengan baik.
b.
Keterbatasan
sumber daya manusia
Keterbatasan
sumber daya manusia dilihat dari kuantitas dan keahliannya. Sumber daya manusia
yang memiliki kompetensi pemeliharaan sarana dan prasarana kantor sangat
dibutuhkan di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY terkait
banyaknya sarana dan prasarana yang ada. Sumber daya manusia yang dimaksud
harus didukung dengan kemampuan atau kompetensi yang memadai seperti melakukan
perbaikan terhadap peralatan yang rusak
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan sarana dan prasarana kantor di Kantor
Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Daerah Istimewa Yogyakarta belum
optimal. Pemeliharaan yang dilakukan berupa pemeliharaan rutin, berkala,
preventif, dan represif. Perencanaan pemeliharaan sarana kantor dilakukan satu
tahun sekali dan disusun secara terpusat. Pelaksanaan pemeliharaan sarana
kantor belum berjalan secara maksimal dikarenakan tidak semua sarana kantor
dapat dipelihara dan tidak dilakukan dengan teratur sehingga masih ada sarana
kantor yang rusak. Pengawasan pemeliharaan sarana kantor dilakukan oleh
pegawai-pegawai lain yang menggunakan sarana tersebut. Evaluasi pemeliharaan
sarana kantor belum maksimal karena hanya dilakukan secara lisan oleh petugas
langsung.
Pemeliharaan
prasarana kantor bersifat rutin dilakukan setiap hari. Perencanaan pemeliharaan
prasarana kantor dilakukan satu tahun sekali dan disusun secara terpusat.
Pelaksanaan pemeliharaan prasarana kantor dilakukan secara secara rutin setiap
hari oleh petugas kebersihan. Pengawasan pemeliharaan prasarana kantor
dilakukan oleh pegawai-pegawai lain yang menggunakan prasarana tersebut.
Evaluasi pemeliharaan prasarana kantor belum maksimal karena hanya dilakukan
secara lisan oleh petugas langsung. Hambatan-hambatan yang muncul dalam
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor adalah keterbatasan dana dan
keterbatasan sumber daya manusia untuk pemeliharaan sarana dan prasarana
kantor.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan mengenai pemeliharaan sarana dan prasarana
kantor di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Daerah Istimewa
Yogyakarta dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a. Pemeliharaan yang dilakukan berupa pemeliharaan
rutin, berkala, preventif, dan represif.
b. Tenaga pemelihara belum melaksanakan tugasnya secara
maksimal dikarenakan tidak ada yang membantu dalam melaksanakan kegiatan.
c. Perencanaan pemeliharaan sarana kantor dilakukan
satu tahun sekali dan disusun secara terpusat.
d. Pengawasan pemeliharaan sarana kantor dilakukan oleh
pegawai- pegawai lain yang menggunakan sarana tersebut.
Hambatan-hambatan
dalam pemeliharaan sarana dan prasarana kantor yang muncul di Kantor Balai
Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY, yaitu:
a. Keterbatasan dana yang digunakan untuk pemeliharaan
sarana dan prasarana kantor.
b. Keterbatasan sumber daya manusia yang menangani
pemeliharaan sarana dan prasarana kantor.
Sumber :
Arimawati, Dyah Suci. (2015).
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor di Kantor Balai Pengembangan Kegiatan
Belajar (BPKB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta diakses dari http://eprints.uny.ac.id/25234/1/SKRPSI%20Full_%20Dyah%20Suci%20A%20-%2011402241019.pdf pada tanggal 28 Oktober 2017, pukul 18.28 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar