PENGERTIAN FORMULASI MASALAH
Pengertian formulasi usaha adalah usaha untuk menyatakan secara
tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan
pemecahan masalahnya. Pemecahan yang dirumuskan
dalam penelitian, sangat berguna untuk membersihkan kebingungan kita terhadap
berbagai hal atau fenomena, untuk mengatasi rintangan ataupun untuk menutupi
celah antar kegiatan atau fenomena. Oleh karena itu, peneliti harus dapat
memilih suatu masalah bagi penelitiannya, dan merumuskannya untuk memperoleh
jawaban terhadap masalah tersebut. Perumusan masalah merupakan hal yang paling
penting dari penelitian, dan merupakan langkah awal yang penting sekaligus
sebagai pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah. Formulasi masalah
merupakan upaya untuk mengungkap berbagai hal berkaitan dengan masalah yang
akan dijawab atau dipecahkan setelah tindakan dilakukan. formulasi masalah
merupakan titik tolak hipotesis yang akan dikemas menjadi judul penelitian,
sehingga harus jelas, padat dan tidak bertele-tele serta berisi implikasi
menunjukkan adanya data untuk memecahkan masalah
Dalam penetapan
masalah penelitian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Masalah
tersebut harus menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan praktik yang
dihadapi guru dalam menjalankan tugas kesehariaannya.
2. Masalah
tersebut memungkinkan untuk dicarikan Alternative solusi melalui tindakan yang
konkrit
Dilihat dari
segi isi (content) rumusan masalah, ataupun dari kondisi penunjang yang
diperlukan dalam pemecahan masalah yang telah dipilih. Apabila
dikalsifikasikan, setidaknya ada tiga ciri masalah yang baik, sebagai berikut:
a. Masalah
harus memiliki nilai penelitian, artinya:
a.
Mempunyai nilai
keaslian
b.
Menyatakan suatu
hubungan (setidaknya memiliki 2 variabel)
c.
Merupakan hal yang
penting
d.
Dapat diuji
e.
Dinyatakan dalam
bentuk pertanyaan
b. Masalah
harus memiliki kelayakan (feasible), artinya:
a.
Data serta metode
untuk memecahkan masalah harus tersedia
b.
Biaya, sesuai
kemampuan
c.
Waktu
d.
Biaya dan hasil harus
balance
e.
Administrasi dan
sponsor harus kuat
f.
Tidak bertentangan
dengan hukum & adat.
c. Masalah
harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
a.
Menarik bagi si
peneliti
b.
Sesuai dengan
kualifikasi
·
TUJUAN DAN MANFAAT FORMULASI MASALAH
Formulasi
masalah ditulis untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam
karangan. Masalah yang diformulasikan harus merupakan hasil penspesifikasian
atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan.
Jawabannya diperoleh dari hasil analisis data.
Menurut
Nasir (1999:133-134) tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah
untuk:
1. Mencari
sesuatu dalam rangka pemuasan akademik seseorang.
2. Memuaskan
perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru.
3. Melatakkan
dasar untuk memecahkan penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk
penelitian selanjutnya.
4. Memenuhi
keinginan sosial
5. Menyediakan
sesuatu yang bermanfaat.
Rumusan masalah dapat dibagi
atas rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif dan juga rumusan
masalah asosiatif. Contoh-contoh rumusan masalah yang dimaksud sebagai berikut.
1. Deskriptif
–
Berapa persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
–
Seberapa jauh efektivitas kerja di peternakan A ?
2. Komparatif
–
Bagaimana perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
–
Apakah terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan
peternakan B ?
3. Asosiatif
–
Apakah terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
–
Bagaimana hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
·
FUNGSI RUMUSAN MASALAH
Dalam
suatu penelitian, eksperimen maupun penulisan makalah, selalu disertai dengan
rumusan masalah, karena memiliki beberapa fungsi. Di antaranya yaitu berfungsi
sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian atau sebagai penyebab kegiatan
penelitian tersebut ada dan patut dilaksanakan. Fungsi berikutnya adalah
sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dalam kegiatan penelitian, yang bisa
dikembangkan pula saat penelitian benar-benar dilaksanakan.
· BENTUK-BENTUK RUMUSAN MASLAH
1.
Rumusan masalah deskriptif
Rumusan
masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan
terhadap keberadaan satu variabel atau lebih secara mandiri, tanpa membuat
perbandingan variabel tersebut pada sampel lain dan mencari hubungan variabel
itu dengan variabel yang lain. Rumusan masalah bentuk ini bertujuan untuk
mendeskripsikan atau menjelaskan masalah yang terjadi di dalam penelitian
dengan solusi atau jawabannya.
2.
Rumusan masalah komparatif
Rumusan
masalah komparatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang membandingkan
keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.
Biasanya penulisan rumusan masalah ini berkaitan dengan perbandingan atau
perbedaan antara dua sampel yang dikenai variabel-varibel yang berbeda.
3.
Rumusan masalah asosiatif
Rumusan
masalah asosiatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang bertujuan untuk
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih pada suatu sampel
penelitian.
1. Hubungan
simetris
Merupakan
rumusan masalah yang menunjukkan suatu hubungan antar variabel yang muncul
secara bersamaan.
2. Hubungan kausal
Merupakan
rumusan masalah yang menggambarkan hubungan yang bersifat sebab akibat, dengan
adanya variabel independent dan variabel dependent.
3. Hubungan interaktif / timbal baik /
resiprocal
Merupakan
rumusan masalah yang menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi, tanpa
diketahui mana variabel independent dan variabel dependentnya.
SUMBER :
Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian
Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
http://bangkudepan.com/contoh-rumusan-masalah/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar