https://drive.google.com/file/d/0B2BHxxbyyZobZHZ5Yl9DWXctbDRtUjRPQXhQMHloQVVkdWFj/view?usp=sharing
Jumat, 04 November 2016
TUGAS SOFTSKILL MEMBUAT PROPOSAL
Dapat dilihat dan diunduh pada :
https://drive.google.com/file/d/0B2BHxxbyyZobZHZ5Yl9DWXctbDRtUjRPQXhQMHloQVVkdWFj/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0B2BHxxbyyZobZHZ5Yl9DWXctbDRtUjRPQXhQMHloQVVkdWFj/view?usp=sharing
Rabu, 02 November 2016
TUGAS SOFTSKILL FORMULASI MASALAH DALAM PENELITIAN
PENGERTIAN FORMULASI MASALAH
Pengertian formulasi usaha adalah usaha untuk menyatakan secara
tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan
pemecahan masalahnya. Pemecahan yang dirumuskan
dalam penelitian, sangat berguna untuk membersihkan kebingungan kita terhadap
berbagai hal atau fenomena, untuk mengatasi rintangan ataupun untuk menutupi
celah antar kegiatan atau fenomena. Oleh karena itu, peneliti harus dapat
memilih suatu masalah bagi penelitiannya, dan merumuskannya untuk memperoleh
jawaban terhadap masalah tersebut. Perumusan masalah merupakan hal yang paling
penting dari penelitian, dan merupakan langkah awal yang penting sekaligus
sebagai pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah. Formulasi masalah
merupakan upaya untuk mengungkap berbagai hal berkaitan dengan masalah yang
akan dijawab atau dipecahkan setelah tindakan dilakukan. formulasi masalah
merupakan titik tolak hipotesis yang akan dikemas menjadi judul penelitian,
sehingga harus jelas, padat dan tidak bertele-tele serta berisi implikasi
menunjukkan adanya data untuk memecahkan masalah
Dalam penetapan
masalah penelitian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Masalah
tersebut harus menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan praktik yang
dihadapi guru dalam menjalankan tugas kesehariaannya.
2. Masalah
tersebut memungkinkan untuk dicarikan Alternative solusi melalui tindakan yang
konkrit
Dilihat dari
segi isi (content) rumusan masalah, ataupun dari kondisi penunjang yang
diperlukan dalam pemecahan masalah yang telah dipilih. Apabila
dikalsifikasikan, setidaknya ada tiga ciri masalah yang baik, sebagai berikut:
a. Masalah
harus memiliki nilai penelitian, artinya:
a.
Mempunyai nilai
keaslian
b.
Menyatakan suatu
hubungan (setidaknya memiliki 2 variabel)
c.
Merupakan hal yang
penting
d.
Dapat diuji
e.
Dinyatakan dalam
bentuk pertanyaan
b. Masalah
harus memiliki kelayakan (feasible), artinya:
a.
Data serta metode
untuk memecahkan masalah harus tersedia
b.
Biaya, sesuai
kemampuan
c.
Waktu
d.
Biaya dan hasil harus
balance
e.
Administrasi dan
sponsor harus kuat
f.
Tidak bertentangan
dengan hukum & adat.
c. Masalah
harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
a.
Menarik bagi si
peneliti
b.
Sesuai dengan
kualifikasi
·
TUJUAN DAN MANFAAT FORMULASI MASALAH
Formulasi
masalah ditulis untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam
karangan. Masalah yang diformulasikan harus merupakan hasil penspesifikasian
atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan.
Jawabannya diperoleh dari hasil analisis data.
Menurut
Nasir (1999:133-134) tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah
untuk:
1. Mencari
sesuatu dalam rangka pemuasan akademik seseorang.
2. Memuaskan
perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru.
3. Melatakkan
dasar untuk memecahkan penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk
penelitian selanjutnya.
4. Memenuhi
keinginan sosial
5. Menyediakan
sesuatu yang bermanfaat.
Rumusan masalah dapat dibagi
atas rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif dan juga rumusan
masalah asosiatif. Contoh-contoh rumusan masalah yang dimaksud sebagai berikut.
1. Deskriptif
–
Berapa persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
–
Seberapa jauh efektivitas kerja di peternakan A ?
2. Komparatif
–
Bagaimana perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
–
Apakah terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan
peternakan B ?
3. Asosiatif
–
Apakah terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
–
Bagaimana hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
·
FUNGSI RUMUSAN MASALAH
Dalam
suatu penelitian, eksperimen maupun penulisan makalah, selalu disertai dengan
rumusan masalah, karena memiliki beberapa fungsi. Di antaranya yaitu berfungsi
sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian atau sebagai penyebab kegiatan
penelitian tersebut ada dan patut dilaksanakan. Fungsi berikutnya adalah
sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dalam kegiatan penelitian, yang bisa
dikembangkan pula saat penelitian benar-benar dilaksanakan.
· BENTUK-BENTUK RUMUSAN MASLAH
1.
Rumusan masalah deskriptif
Rumusan
masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan
terhadap keberadaan satu variabel atau lebih secara mandiri, tanpa membuat
perbandingan variabel tersebut pada sampel lain dan mencari hubungan variabel
itu dengan variabel yang lain. Rumusan masalah bentuk ini bertujuan untuk
mendeskripsikan atau menjelaskan masalah yang terjadi di dalam penelitian
dengan solusi atau jawabannya.
2.
Rumusan masalah komparatif
Rumusan
masalah komparatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang membandingkan
keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.
Biasanya penulisan rumusan masalah ini berkaitan dengan perbandingan atau
perbedaan antara dua sampel yang dikenai variabel-varibel yang berbeda.
3.
Rumusan masalah asosiatif
Rumusan
masalah asosiatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang bertujuan untuk
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih pada suatu sampel
penelitian.
1. Hubungan
simetris
Merupakan
rumusan masalah yang menunjukkan suatu hubungan antar variabel yang muncul
secara bersamaan.
2. Hubungan kausal
Merupakan
rumusan masalah yang menggambarkan hubungan yang bersifat sebab akibat, dengan
adanya variabel independent dan variabel dependent.
3. Hubungan interaktif / timbal baik /
resiprocal
Merupakan
rumusan masalah yang menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi, tanpa
diketahui mana variabel independent dan variabel dependentnya.
SUMBER :
Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian
Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
http://bangkudepan.com/contoh-rumusan-masalah/
TUGAS SOFTSKILL METODE PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN
·
PENGERTIAN
METODE PENGUMPULAN DATA
Pengertian metode pengumpulan data menurut
ahli metode pengumpulan data berupa suatu pernyataan (statement) tentang sifat,
keadaan, kegiatan tertentu dan sejenisnya. Pengumpulan data dilakukan untuk
memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian
(Gulo, 2002 : 110). Metode pengumpulan data ini
termasuk kategori laporan diri (personal report) / Deskripsi diri (self
descriptive). Individu melaporkan tentang keadaan dirinya berdasarkan
pertanyaan atau perintah yang diberikan kepadanya. Data adalah bahan berupa himpunan
fakta, angka, huruf, grafikl, tabel, lambing, objek dan situasi.
Dalam pengumpulan data penelitian membutuhkan
suatu instrumen. Instrumen ini dibutuhkan untuk pengambilan data untuk
penelitian baik penelitian kualitatif maupun
penelitian kuantitatif. Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang
digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah
dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis
sehingga lebih mudah diolah.
·
SYARAT-SYARAT
DATA
1.
Harus objektif
2.
Harus dapat mewakili
3.
Harus mendekati kebenaran
4.
Harus up to date
·
KEGUNAAN
DATA
1. Mengetahui dan memperoleh
gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan yang di masyarakat
2. Membantu keputusan atau
memecahkan persoalan
·
SUMBER
DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA
Ada
dua sumber data dan metode pengumpulan data, dua hal tersebut yaitu :
1. Data Primer
Data
penelitian yang diperoleh sendiri melalui
•Wawancara,
Observasi, Tes,
•Kuesioner
(Daftar Pertanyaan)
•Pengukuran
Fisik
•Percobaan
Laboratorium
2. Data Sekunder
Data
yang diperoleh dari sumber kedua, dokumentasi lembaga
•Biro
Pusat Statistik (BPS)
•Rumah
sakit
•Lembaga
atau institusi
·
METODE
PENGUMPULAN DATA
1. Kuesioner / angket
Kuesioner
adalah daftar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban
responden atas semua pertanyaan dalam kuesioner kemudian dicatat/direkam
2. Observasi
Pengamatan
melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa).
Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik
3. Wawancara
Pengambilan
data melalui wawancara /secara lisan langsung dengan sumberdatanya, baik
melalui tatap muka atau lewat telephone, teleconference. Jawaban responden
direkam dan dirangkum sendiri oleh peneliti.
4. Dokumen
Pengambilan
data melalui dokumen tertulis mamupun elektronik dari lembaga/institusi.
Dokumen diperlukan untuk mendukung kelengkapan data yang lain.
·
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Metode Observasi
Pengumpulan
data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan
data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk
keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data,
jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
·
Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah
direncanakan secara sistematik.
·
Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan
penelitian yang telah direncanakan.
·
Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis
dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set
yang menarik perhatian saja.
2. Metode Wawancara
Yang
dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan
penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau
pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang
dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan
tatap muka maupun melalui telpon.
Wawancara Tatap Muka
Beberapa kelebihan wawancara
tatap muka antara lain :
- · Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
- · Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
- · Bisa membaca isyarat non verbal
- · Bisa memperoleh data yang banyak
Sementara kekurangannya adalah :
- · Membutuhkan waktu yang lama
- · Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
- · Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
- · Pewawancara perlu dilatih
- · Bisa menimbulkan bias pewawancara
- · Responden bias menghentikan wawancara kapanpun
Wawancara via phone
Kelebihan
- · Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka
- · Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
- · Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)
Kelemahan
- · Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
- · Wawancara harus diusahakan singkat
- Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel
3.Metode Kuesioner
Kuesioner
adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya.
Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan
tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan
jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara
bebas (kuesioner terbuka).
Penyebaran
kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner
secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini
memiliki kelebihan dan kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara
pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika
pemberiannya dilakukan langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun
kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan
untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.
SUMBER :
http://www.belajar-ilmu.id/2015/11/macam-macam-metode-dalam-pengumpulan.html
http://www.kompasiana.com/ilvi.nurdianah/macam-macam-metode-pengumpulan-data_5565b7b0e122bd6e09bbd9a1
TUGAS SOFTSKILL FORMULASI MASALAH DALAM PENELITIAN
PENGERTIAN FORMULASI MASALAH
Pengertian formulasi usaha adalah usaha untuk menyatakan secara
tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan
pemecahan masalahnya. Pemecahan yang dirumuskan
dalam penelitian, sangat berguna untuk membersihkan kebingungan kita terhadap
berbagai hal atau fenomena, untuk mengatasi rintangan ataupun untuk menutupi
celah antar kegiatan atau fenomena. Oleh karena itu, peneliti harus dapat
memilih suatu masalah bagi penelitiannya, dan merumuskannya untuk memperoleh
jawaban terhadap masalah tersebut. Perumusan masalah merupakan hal yang paling
penting dari penelitian, dan merupakan langkah awal yang penting sekaligus
sebagai pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah. Formulasi masalah
merupakan upaya untuk mengungkap berbagai hal berkaitan dengan masalah yang
akan dijawab atau dipecahkan setelah tindakan dilakukan. formulasi masalah
merupakan titik tolak hipotesis yang akan dikemas menjadi judul penelitian,
sehingga harus jelas, padat dan tidak bertele-tele serta berisi implikasi
menunjukkan adanya data untuk memecahkan masalah
Dalam penetapan
masalah penelitian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Masalah
tersebut harus menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan praktik yang
dihadapi guru dalam menjalankan tugas kesehariaannya.
2. Masalah
tersebut memungkinkan untuk dicarikan Alternative solusi melalui tindakan yang
konkrit
Dilihat dari
segi isi (content) rumusan masalah, ataupun dari kondisi penunjang yang
diperlukan dalam pemecahan masalah yang telah dipilih. Apabila
dikalsifikasikan, setidaknya ada tiga ciri masalah yang baik, sebagai berikut:
a. Masalah
harus memiliki nilai penelitian, artinya:
a.
Mempunyai nilai
keaslian
b.
Menyatakan suatu
hubungan (setidaknya memiliki 2 variabel)
c.
Merupakan hal yang
penting
d.
Dapat diuji
e.
Dinyatakan dalam
bentuk pertanyaan
b. Masalah
harus memiliki kelayakan (feasible), artinya:
a.
Data serta metode
untuk memecahkan masalah harus tersedia
b.
Biaya, sesuai
kemampuan
c.
Waktu
d.
Biaya dan hasil harus
balance
e.
Administrasi dan
sponsor harus kuat
f.
Tidak bertentangan
dengan hukum & adat.
c. Masalah
harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
a.
Menarik bagi si
peneliti
b.
Sesuai dengan
kualifikasi
·
TUJUAN DAN MANFAAT FORMULASI MASALAH
Formulasi
masalah ditulis untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam
karangan. Masalah yang diformulasikan harus merupakan hasil penspesifikasian
atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan.
Jawabannya diperoleh dari hasil analisis data.
Menurut
Nasir (1999:133-134) tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah
untuk:
1. Mencari
sesuatu dalam rangka pemuasan akademik seseorang.
2. Memuaskan
perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru.
3. Melatakkan
dasar untuk memecahkan penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk
penelitian selanjutnya.
4. Memenuhi
keinginan sosial
5. Menyediakan
sesuatu yang bermanfaat.
Rumusan masalah dapat dibagi
atas rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif dan juga rumusan
masalah asosiatif. Contoh-contoh rumusan masalah yang dimaksud sebagai berikut.
1. Deskriptif
–
Berapa persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
–
Seberapa jauh efektivitas kerja di peternakan A ?
2. Komparatif
–
Bagaimana perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
–
Apakah terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan
peternakan B ?
3. Asosiatif
–
Apakah terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
–
Bagaimana hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
·
FUNGSI RUMUSAN MASALAH
Dalam
suatu penelitian, eksperimen maupun penulisan makalah, selalu disertai dengan
rumusan masalah, karena memiliki beberapa fungsi. Di antaranya yaitu berfungsi
sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian atau sebagai penyebab kegiatan
penelitian tersebut ada dan patut dilaksanakan. Fungsi berikutnya adalah
sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dalam kegiatan penelitian, yang bisa
dikembangkan pula saat penelitian benar-benar dilaksanakan.
· BENTUK-BENTUK RUMUSAN MASLAH
1.
Rumusan masalah deskriptif
Rumusan
masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berhubungan dengan pertanyaan
terhadap keberadaan satu variabel atau lebih secara mandiri, tanpa membuat
perbandingan variabel tersebut pada sampel lain dan mencari hubungan variabel
itu dengan variabel yang lain. Rumusan masalah bentuk ini bertujuan untuk
mendeskripsikan atau menjelaskan masalah yang terjadi di dalam penelitian
dengan solusi atau jawabannya.
2.
Rumusan masalah komparatif
Rumusan
masalah komparatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang membandingkan
keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda.
Biasanya penulisan rumusan masalah ini berkaitan dengan perbandingan atau
perbedaan antara dua sampel yang dikenai variabel-varibel yang berbeda.
3.
Rumusan masalah asosiatif
Rumusan
masalah asosiatif adalah rumusan masalah dalam penelitian yang bertujuan untuk
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih pada suatu sampel
penelitian.
1. Hubungan
simetris
Merupakan
rumusan masalah yang menunjukkan suatu hubungan antar variabel yang muncul
secara bersamaan.
2. Hubungan kausal
Merupakan
rumusan masalah yang menggambarkan hubungan yang bersifat sebab akibat, dengan
adanya variabel independent dan variabel dependent.
3. Hubungan interaktif / timbal baik /
resiprocal
Merupakan
rumusan masalah yang menyatakan hubungan yang saling mempengaruhi, tanpa
diketahui mana variabel independent dan variabel dependentnya.
SUMBER :
Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian
Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.
http://bangkudepan.com/contoh-rumusan-masalah/
Langganan:
Komentar (Atom)
